MenurutIGAK Wardani,dkk (2007:1.4) "Penelitian Tindakan kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru dikelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa meningkat"
proposalpenelitian tindakan kelas (ptk) meningkatkan aktifitas belajar siswa menggunakan teknik team game tournament ( tgt ) mata pelajaran ips kelas viii semester ii smp negeri i siman ponorogo oleh tim peneliti mgmp ips smpn 1 siman pemerintah kabupaten ponorogo dinas pendidikan smp n 1 siman tahun 2007 lembar pengesahan proposal penelitian tindakan kelas dengan judul meningkatkan aktifitas
DownloadPtk SD. Download contoh-contoh PTK SD melalui link berikut: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI UMBULWIDODO NGEMPLAK SLEMAN Halaman Depan, Bab 1, Bab 2, Bab 5, Lampiran.
proposalpenelitian tindakan kelas (ptk) "upaya meningkatkan perhatian belajar" tema: berbagai pekerjaan melalui model kooperatif learning kelas iv sd n bungurendah bandung barat semester 1 oleh: nama : deni, : 20022302710037 kelas : 4 prodi : ppg daljab angkatan 4 (pgsd) kementerian riset dan teknologi pendidikan tinggi
. CONTOH PTK SD KELAS 4 TEMATIK LENGKAP-Hai bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kali ini saya akan bahas tentang cara menghindari skripsi terdeteksi plagiasi. kebanyakan mahasiswa mengalami masalah disaat terakhir pengerjaan skripsi. padahal sekripsi contoh ptk sd kelas 4 tematik sudah dibuat dari bab 1 sampai bab 5 bahkan sudah diakses oleh dosen. namun saat pengecekan plagiasi contoh ptk sd kelas 4 tematik terdapat lebih dari tujuh puluh persen kecil tersebut lepas ini sungguh sangat disayangkan. membutuhkan waktu yang lebih banyak lagi untuk menunggu wisuda. Mengapa ini bisa terjadi Saya yakin mahasiswa tidak berniat untuk plagiasi dari tulisan orang lain kan. semoga saja tidak terdeteksi plagiasi itu karena fasih terdeteksi plagiasi itu karena yang pertama tidak mencantumkan sumber referensi. contoh ptk sd kelas 4 tematik yang kedua kopites Sama persis dengan jurnal yang dikutip yang ketiga tidak mensintesis maksud suatu kalimat dari beberapa jurnal. yang keempat tidak membuat para fase dari jurnal. lalu Bagaimana cara menghindari skripsi contoh ptk sd kelas 4 tematik terdeteksi yang pertama Buatlah parafrasa dari kalimat yang kalian kutip. yang kedua lakukan cek plagiasi perkalimat saat mengutip Dari jurnal sebelum menulis dalam skripsi. ini yang paling penting ya jadi sebaiknya cek plagiasi itu tuh perkalimat gitu perparagraf. jadi jangan udah selesai skripsi baru kalian cek plagiasi itu nanti akan membuang waktu di akhir. mending kalian cek plagiasi itu perparagraf yang tercantumkan sumber referensi jangan salah memasukkan referensi. atau tidak terbaca maka itu juga akan dianggap plagiasi. yang keempat pastikan tidak salah menulis sumber referensi. untuk pengecekan plagiasi per kalimat perparagraf sesaat mengutip jurnal sebelum menulis dalam skripsi. akan saya jelaskan sebagai berikut nih Saya sudah download jurnal dari google-scholar. tentunya ini saya copy kalimat ini benar-benar saya copy. kemudian saya paste kesini ya ini saya pakai plagiarism-checker by grammarly ini gratis kalian bisa pakai ini. jadi Caranya tinggal kalian tes kalimat yang akan kalian kutip Dari jurnal tersebut seperti ini. lalu klik scan for plagiarism nah ini hasilnya signifikan plagiarism found. jadi tulisan kita ini terdeteksi plagiat gitu ya 100% malah ini udah ada worning merah kimia cheap. sekarang gimana sih caranya supaya tulisan kita itu nggak terdeteksi plagiasi plagiat. jadi ini kalimat-kalimat yang disini itu harus kita paraphrase kalimatnya itu memiliki makna yang sama tapi kalimatnya kita ubah bisa dibalik. kita tambahkan kalimat-kalimat yang lainnya penghubung lainnya. misalnya saya buat parafrasenya seperti ini nanti bisa kita hapus yang bagian atasnya. jadi nih pada kalimat nih pada saat pembelajaran kimia berlangsung ditemukan hambatan-hambatan yang menjadikan kurang maksimalnya pembelajaran kimia. CONTOH PTK SD KELAS 4 TEMATIK nah kalimat ini enggak boleh sama persis kalian masukkan ke dalam skripsi kalian tapi harus diubah kalimatnya ya. oke lainnya saya ubah menjadi seperti ini proses pembelajaran kimia masih kurang maksimal. karena masih banyak ditemukan hambatan-hambatan terus kalimat yang kedua proses pembelajaran baik. proses pembelajaran yang baik akan menghasilkan prestasi akademik yang baik pula ini kata si jurnal tadi. karena dikarang kira terdeteksi plagiat banget kita nggak boleh sama persis menggunakan kalimat itu. jadi kita Ubah menjadi proses pembelajaran yang baik akan menghasilkan prestasi yang baik pula bagi siswa. nah seperti itu Jadi kalian harus mengganti kalimatnya atau menambahkan kata hubung nya supaya tidak terdeteksi plagiat. sekarang kita cek ya ini yang sama persis kalimatnya tadi ini saya hapus ya ini saya hapus nih. Nah sekarang kita cek ini kalimat yang sudah saya paraphrase atau saya ubah saya tambah saya ganti biar sekarang kita cek. ini terdeteksi plagiat atau tidak dengan cara klik scan for plagiarism jadi ijo kan tadi merah ya. sekarang jadi your task is free of rating jadi enggak ditemukan lagi atau tidak terdeteksi plagiat. kalau misalnya udah seperti ini maka kalimat yang itu tadi bisa kalian gunakan deskripsi kalian. insya Allah nanti meskipun di kampus dengan menggunakan turnitin itu tidak bakal terdeteksi plagiat. gimana mudah ya oke tetap semangat mengerjakan skripsi dan saya akhiri wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. CONTOH PTK MATEMATIKA SD LENGKAP
Proposal PTK Penelitian Tindakan Kelas adalah proposal yang dibuat oleh peneliti untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas PTK. Penelitian Tindakan Kelas PTK ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan PTK guna memperbaiki pembelajaran pada kelas yang diteliti dan meningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas tertentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau terdapat masalah lainnya. Contoh Proposal PTK Peningkatan Prestasi Belajar IPS Pada Materi Keragaman Kenampakan Alam Dan Buatan Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas V SDN 2 Kalisat Unsur PTK Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu sebagai berikut 1. PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah 2. PTK Penelitian Tindakan Kelas dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut 3. PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru. Contoh Proposal PTK Berikut ini adalah Contoh Proposal PTK yang berjudul Peningkatan Prestasi Belajar IPS Pada Materi Keragaman Kenampakan Alam Dan Buatan Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas V SDN 2 Kalisat. Contoh Proposal dibawah ini hanya bersifat petikan. Untuk versi lengkap atas Laporan PTK dengan judul diatas silakan Download Contoh Proposal PTK. ……………………………………………………………………….. A. Judul Penelitian Tindakan Kelas Peningkatan Prestasi Belajar IPS Pada Materi Keragaman Kenampakan Alam Dan Buatan dengan Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Kalisat. B. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia serta tuntutan kebutuhan masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata dampaknya adalah membawa pengaruh yang amat besar dalam berbagai aspek bidang kehidupan, termasuk di dalamnya adalah bidang pendidikan. Akibatnya dari pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat itu maka eksistensi dalam dunia pendidikan semakin lama semakin mengalami kemajuan, sehingga mampu mendorong berbagai upaya untuk suatu pembaharuan. Disamping itu juga dibutuhkan pula tenaga-tenag guru yang benar-benar memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadahi, juga diperlukan cara-cara bekerja dan sikap yang baru, peralatan yang lengkap dan system administrasi yang memadahi sesuai tuntutan pembaharuan. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan melalui pelaksanaan kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran ternyata juga tidak mudah untuk dicapai. Untuk itu dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran mutlak perlu digunakan adanya metode, teknik, pendekatan dan media yang tepat. Menurut Oka 1987, dikatakan bahwa sarana pendidikan itu meliputi Kurikulum, Metode, Guru, Media dan Evaluasi. Komponen-komponen tersebut adalah penting untuk keberhasilan tujuan kegiatan belajar. Dari kenyataan tersebut salah satu sarana yang diambil adalah media pembelajaran yaitu media gambar. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran banyak membantu siswa dan guru terutama pada tingkat pendidikan sekolah dasar. Motivasi yang sesuai adalah media yang berupa gambar. Dengan menggunakan media gambar sebagai sarana pembelajaran kondisi belajar dapat dibuat variasi. Siswa yang kurang menyenangi pelajaran IPS yang dianggap sulit dan membosankan harus segera dicarikan solusi yang tepat, agar tidak menjadi beban siswa dan mampu mengangkat prestasi hasil belajar siswa. Dengan menggunakan media gambar dimungkinkan siswa menjadi tertarik dan lebih semangat untuk melakukan kegiatan belajarnya. Berdasarkan uraian di atas maka dalam penelitian ini memilih judul “Peningkatan Prestasi Belajar IPS dengan Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Kalisat, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019”. C. Rumusan Masalah a. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut 1. Apakah dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi dalam mengikuti belajar IPS pada siswa kelas V SDN 2 Kalisat, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo? 2. Apakah dengan menggunakan media gambar ada peningkatan hasil prestasi belajar siswa terhadap pembelajaran IPS kelas V SDN 2 Kalisat, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo? b. Ketepatan Tindakan Untuk Memecahkan Masalah Dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran IPS materi keragaman penampakan alam dan buatan kelas V SD,siswa diharapkan bisa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangan agar tidak menjadi beban bagi siswa dan mampu meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. c. Indikator Keberhasilan Penelitian ini berhasil bila 70% dari siswa dengan menggunakan metode ini tuntas belajar dan mencapai KKM 70 atau lebih. D. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan di atas peneliti bertujuan 1. Meningkatkan keaktifan dan motifasi dalam mengikuti pembelajaran IPS dengan media gambar pada diswa kelas V SDN 2 Kalisat, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. 2. Meningkatkan hasil prestasi belajar siswa dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas V SDN 2 Klaisat, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. E. Manfaat Hasil Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat a. Bagi siswa, dengan menggunakan media gambar, hasil prestasi belajar IPS meningkat dan mencapai KKM. b. Bagi guru, memberikan tambahan pengajaran cara mengajar dengan bantuan media gambar, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. c. Bagi sekolah, dapat dijadikan sebagai bahan masukan informasi tentang salah satu alternative cara pembelajaran IPS pada siswa dengan pemanfaatan media gambar dalam mencapai tujuan instruksional. F. Kajian Pustaka/Landasan Teori a. Pengertian Media Pembelajaran Media pembelajaran adalah merupakan alat komunikasi yang khusus dilakukan dengan menggunakan alat yang memudahkan siswa menerima dan menangkap materi pelajaran Gorys Keraf, 1980. Gambar ilustrasi adalah gambar yang tidak diproyeksikan terdapat dimana-mana, baik dilingkungan anak-anak maupun lingkungan orang dewasa, mudah diperoleh dan ditunjukkan pada siswa. Pada umumnya gambar yang berwarna lebih menarik perhatian siswa karena memnrikan kesan tersendiri. Dengan demikian penggunaan media gambar dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang mempunyai arti dan nilai-nilai pendidikan bagi siswa, yang selanjutnya dapat memotivasi dan siswa aktif pada waktu kegiatan pembelajaran. b. Media Gambar Dalam Pembelajaran Media gambar merupakan alat bantu dalam pengajaran. Beberapa alas an tentang penggunaan media gambar dalam pembelajaran diantaranya sebagai berikut 1 Melalui media gambar siswa dapat melihat dengan jelas sesuatu yang dibahas atau dibicarakan. 2 Dengan menggunakan media gambar dapat mengatasi ruang dan waktu. 3 Dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah pada semua mata pelajaran. 4 Mudah digunakan, baik untuk perorangan atau kelompok. c. Pengertian Prestasi Belajar Menurut WS. Purwadarminta dalam “Kamus Umum Bahasa Indonesia mengatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai atau dilakukan” Purwadarminta, 1976 768. d. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial IPS adalah mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral. Moral tersebut diharapkan dapat mewujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari siswa baik sebagai makhluk individu, makhluk social dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan bila kita teliti isinya di dalam mengandung 3 jenis kegiatan yaitu mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik adalah suatu kegiatan untuk menanamkan kemampuan yang bersumber dari ilmu pengetahuan. Sedangkan melatih adalah merupakan kegiatan untuk mengusahakan agar siswa menjadi terampil dalam mempraktekkan segala kemampuannya yang telah dimilikinya di manfaatkan. G. Metode Penelitian a. Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Kalisat, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Sebagai sasaran siswa kelas V, dengan jumlah 19 siswa yang terdiri siswa pria 14 orang dan wanita 5 orang. Data hasil belajar diambil dengan memberikan test kepada tentang situasi pembelajaran pada saat dilaksanakannya tindakan diambil dengan menggunakan lembar tentang refleksi diri serta perubahan-perubahan yang terjadi di kelas,diambil dari jurnal yang dibuat oleh tentang keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan pembelajaran,didapatkan dari rencana pembelajaran dan lembar observasi. b. Siklus Penelitian • Perencanaan Tindakan - Menyiapkan materi ajar, RPP. - Menyiapkan instrument pretest, postest. - Menyiapkan instrument pengamatan. • Pelaksanaan Tindakan - Melaksanakan pretest - Melaksanakan PBM IPS tidak dengan menggunakan media gambar. - Mengamati dampak pembelajaran IPS tidak dengan menggunakan media gambar. • Pengumpulan Data - Mencatat hasil pretest - Mencatat dampak PBM IPS tidak dengan menggunakan media gambar - Mencatat hasil postest • Refleksi - Mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari PBM IPS yang tidak menggunakan media gambar. c. Metode Penelitian Pengumpulan data peneliti peroleh melalui - Observasi. - Dokumentasi. - Pemberian tugas. Download Contoh Proposal PTK Untuk unduh atau Download Contoh Proposal PTK ini secara lengkap silakan klik tautan dibawah ini Demikian Contoh Proposal PTK yang berjudul Peningkatan Prestasi Belajar IPS Pada Materi Keragaman Kenampakan Alam Dan Buatan Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas V SDN 2 Kalisat semoga dapat sobat unduh atau Download semoga bermanfaat. Artikel Menarik Lainnya
Contoh PTK SD Kelas IV – Penelitian ini dilakukan di kelas dengan melakukan PTK guna untuk memperbaiki pembelajaran pada kelas kelas dan meningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas tidak semua kelas melakukan PTK, seperti yang sudah kami jelaskan bahwa hanya kelas tertentu saja, seperti misalnya kelas yang dianggap bermasalah, atau proses belajar mengajar di dalam kelas tersebut tidak optimal atau Penelitian Tindakan Kelas ini terdapat beberapa unsur yang terkandung di dalamnya, yaitu PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru atau pengajar, apabila di dalam kelas tersebut terdapat masalahPTK Penelitian Tindakan Kelas akan dilaksanakan jika memang terdapat masalah yang dihadapi oleh guru pada kelas tersebutPTK Memang harus diadakan karena masih banyak sekali proses pembelajaran yang dimaksimalkan oleh pendidik atau juga Contoh Proposal PTK SMA BAB 1PENDAHULUANA. LATAR BELAKANGSaat ini kita menghadapi era globalisasi yang diringi dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat, seseorang dituntut untuk memanfaatkan informasi dengan sebaik-baiknya. Maka dari itu, dibutuhkan Sumber Daya Manusia SDM yang berkualitas dan bernalar tinggi serta mempunyai kemampuan memproses informasi sehingga bisa digunakan untuk mengembangkan IPTEK. SDM Indonesia sendiri masih mengalami kekurangan dalam menciptakan teknologi yang sudah semakin maju seperti saat ini. Kurangnya SDM yang berkualitas dikarenakan oleh pemahaman seseorang terhadap suatu ilmu yang tidak maksimal, khususnya ilmu-ilmu yang berhubungan dengan teknologi yang mendasar seperti satu karakteristik dari matematika adalah memiliki objek yang bersifat abstrak, ini berarti objek matematika berada dalam alam pikiran manusia, sedangkan realisasinya dengan menggunakan benda-benda yang terdapat disekitar kita. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan siswa mengalami kesusahan dalam mempelajari matematika. Banyak siswa yang menganggap bahwa matematika itu sangatlah sulit. Selama ini guru seolah-olah menjadi pemegang kekuasaan yang sepenuhnya di dalam kelas. Guru sebagai objek dan murid sebagi objek. Pembelajaran terjadi satu arah, murid hanya berperan sebagai penerima materi matematika di kelas IV SDN NAMBAAN masih didominasi oleh guru. Guru akan memberikan materi dengan metode ceramah. Pada akhir penyampaian materi guru akan memberikan beberapa pertanyaaan kepada siswa tentang kepahaman siswa, kebanyakan dari mereka pun tidak menjawab. Guru juga akan memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tetapi mereka hanya diam. Pada akhir pembelajaran guru akan memberikan soal latihan kepada siswa dan mereka diminta untuk hasil pengamatan nilai ulangan kelas IV SD Negeri Nambaan, Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan dua pecahan yakni dari 20 siswa, ada 5 siswa yang mendapatkan nilai ≥ ]65, dan 15 siswa lainnya memperoleh nilai ≤65. Jadi bisa disimpulkan bahwa hanya 25% saja siswa yang dapat mencapai KKM dan 75% lainnya masih belum mencapai hasil fakta di kelas IV SD Nambaan dan hasil konsultasi dengan dosen pembibing, maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang tepat sebagai proses pembelajaran matematika. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada matemisasi pengalaman sehari-hari atau mathematize of everyday experience dan menerapakan matematika di dalam kehidupan sehari-hari adalah Matematika Realistik MR. Pembelajaran Matematika Realistik ini akan memberikan kesempatan peserta didik untuk dapat menemukan kembali dan mengkontruksi konsep-konsep matematika pada masalah realistik yang akan diberikan oleh pendidik. Situasi realistik dalam masalah akan memungkinkan siswa untuk menggunakan cara-cara informal cara mereka sendiri dengan pengalaman untuk dapat mengatasi IDENTIFIKASI MASALAHBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas IV SD Negeri Nambaan, ada banyak sekali penyebab kurangnya hasil belajar matematika materi penjumlahan dua pecahan, diantaranya Guru masih menggunakan pendekatan lama yakni ceramahGuru masih berpatokan menggunakan textbook dalam menyampaikan suatu materiGuru tidak menghubungkan antara materi dengan dunia nyata peserta didikPeserta didik kurang aktif dalam pembelajaranGuru hanya mengukur keberhasilan pembelajaran dari hasil tes ulangan peserta didikC. BATASAN MASALAHPenelitian ini masih dibatasi pada pelaksanaan matematika dengan pendekatan matematika realistik pada siswa kelas IV SD Negeri Nambaan, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri pada materi pecahan dan operasinya. Pengamatan lebih fokus pada terlaksannya proses pembelajaran dengan pendekatan matematika realistic sebagai upaya peningkatan hasil belajar materi pecahan dan RUMUSAN MASALAHBerdasarkan hasil belajar dari siswa kelas IV SD Negeri Nambaan materi penjumlahan dua pecahan bisa dirumuskan masalah sebagai berikut Bagaimana penggunaan pendekatan Matematika Realistik pada materi pecahan dan operasinya di kelas IV SD Negeri Nambaan?Bagaimana peran dan minat siswa terhadap penggunaan pendekatan Matematika Realistik pada materi pecahan dan operasinya di SD Negeri Nambaan?Bagaiman hasil belajar dari siswa kelas IV SD Negeri Nambaan pada materi pecahan dan operasinya sesudah menggunakan pendekatan Matematikan Realistik?E. TUJUAN PENELITIANMenerapkan pendekatan Matematika Realistik di kelas IV SD Negeri Nambaan pada materi pecahan dan operasinyaMengetahui peran dan minat siswa kelas IV SD Negeri Nambaan terhadap pendekatan Matematika Realistika pada materi pecahan dan operasinyaMengetahui hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Nambaan pada materi pecahan dan operasinyaF. MANFAAT PENELITIANManfaat yang akan didapatkan dari penelitian ini adalah Secara TeoritisMenjadi bahan informasi ilmiah bagi praktisi pendidikan tentang pembelajaran menggunakan pendekatan Matematika Realistik dan dapat menjadikan referensi dalam upaya pengoptimalan pembelajaran matematika materi pecahan dan operasinya. Secara PraktisBagi peneliti dan guruSebagai bahan pertimbangan untuk dapat menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat pada materi pecahan dan operasinyaBagi sekolahSebagai masukan dan dasar pemikiran untuk dapat mengoptimaklkan pembelajaran matematika sesuai dengan pendekatan yang pembacaMemberikan informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran matematika materi pecahan dan operasinya menggunakan pendekatan matematika BATASAN ISTILAHUntuk dapat menghindari penafsiran yang berbeda terhadap istilah-istilah dalam penelitian ini, berikut ini kami akan menjelaskan istilah-istilah sebagai berikut Peningkatan hasil belajar adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan hasil belajar yang lebih hasil belajar dikatakan berhasil apabila siswa paham dengan materi yang diberikan oleh guru dengan ditandai minimal 75% siswa meningkat hasil belajarnya dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran IIKAJIAN PUSTAKAA. HAKIKAT BELAJARPengertian BelajarBelajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melui Mohammad 1992 23, definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan HAKEKAT HASIL BELAJARPengertian Hasil BelajarHasil belajar merupakan peristiwa yang bersifat internal, yang terjadi di dalam diri seseorang. Peristiwa tersebut dimulai dari adanya perubahan kognitif atau pengetahuan kemudian berpengaruh kepada perilaku. Perilaku belajar seseorang didasarkan pada tingkat pengetahuan terhadap sesuatu yang dipelajari kemudian dapat diketahui melalui Dimyanti dan Mudjiono 20063-4 hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Hasil interaksi itu menyebabkan perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perubahan tingkah laku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan yang Mempengaruhi Hasil BelajarHasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor dari dalam diri siswa faktor internal dan faktor yang dating dari luar diri siswa faktor eksternal. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa meliputi kemampuan yang dimilikinya , motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa meliputi faktor lingkungan, terutama kualitas MATEMATIKA REALISTIK MRA. Hakekat Pendekatan Matematika RealistikSalah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerpakan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah Matematika Realistik MR. Realistic Mathematica Education RME merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika. Teori RME pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Teori ini mengacu pada pendapat Freudenthal yang mengatakan bahwa matematika harus dikaitkan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia. Ini berarti matematika harus dekat dengan anak yang relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Matematika sebagai aktivitas manusia berarti manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa, Gravencher Suharta, 1 2005.Langkah-Langkah Pembelajaran Matematika RealistikWahyudi dan Kriswandani 2007 52 mengemukakan bahwa langkah-langkah pembelajaran dalam pendekatan matematika realistic adalah sebagai berikut Memahami masalah / soal konteks, guru memberikan masalah / persoalan kontekstual dan meminta peserta didik untuk memahami masalah masalah kontekstual, langkah ini dilakukan apabila ada peserta didik yang belum paham dengan masalah yang masalah secara kelompok atau dan mendiskusikan jawaban. Guru memfasilitasi diskusi dan menyediakan waktu untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban dari soal secara kelompok. Menyimpulkan isi PECAHANMenurut Mustaqim dan Ary 2008 163, pecahan merupakan bagian dari keseluruhan. Materi pecahan adalah salah satu materi yang di ajarkan pada kelas IV Sekolah Dasar. Adapun materi yang dipelajari dalam pecahan meliputi 1. Menjelaskan arti pecahan dan urutannya2. Menyederhanakan berbagai bentuk pecahan3. Penjumlahan pecahan4. Mengurangkan pecahan5. Menyelesaikan yang berkaitan dengan PENELITIAN TERDAHULUPembelajaran matematika dengan menerapkan pendekatan matematika realistik merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan hasil belaja siswa dalam pembelajaran materi pecahan. Usaha ini dilakukan sehubungan dengan adanya kesenjangan antara materi yang dicita-citakan oleh kurikulum tertulis intended curriculum, serta perbedaan materi yang diajarkan dengan materi yang dipelajari siswa relized curriculum.Penelitian yang dilakukan oleh Soviawati, Evi tentang Pendekatan Matematika Realistik PMR untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Siswa di Tingkat Sekolah Dasar, hasilnya antara lain siswa tidak hanya mudah mengusai konsep dan materi pelajaran namun juga tidak cepat lupa dengan konsep dan materi yang telah diperolehnya. Pendekatan ini tepat diterapkan dalam mengajarkan konsep-konsep dasar supaya siswa mampu meningkatkan kemampuan berfikrnya yang akhirnya bermuara pada meningkatnya hasil belajar KERANGKA PIKIR PENELITIANSalah satu karakteristik matematika adalah mempunyai kajian objek yang abstrak. Sifat abstrak ini menjadikan banyak siswa kesulitan dalam matmatika. Pembelajaran matematika saat ini lebih cenderung bagaimana matematika dapat diaplikasikan dalam dunia nyata bukan sebaliknya objek nyata digunakan sebagai membentuk konsep matematika. Kegiatan pembelajaran matematika yang kurang terikat dengan kehidupan nyata dan alam pikiran siswa sering menjadikan matematika yang kurang dipelajari kurang bermakna dan kurang IIIMETODOLOGI PENELITIANPenelitian Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Materi Pecahan dan Operasinya dengan Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik MR pada Siswa Kelas IV SD Negeri Geneng 2, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas PTK. Penelitian Tindakan Kelas PTK ini bertujuan untuk mengatasi suatu permasalahan atau memperbaiki suatu pembelajaran di dalam juga Cara Cetak Kartu NUPTKA. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIANPenelitian tindakan ini mengambil bentuk penelitian tindakan kelas kolaborasi, dimana peneliti berkolaboasi dengan guru yang tergabung dalam satu tim untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam praktik pembelajaran. Hubungan antara peneliti dan guru bersifat kemitraan, sehingga kedudukan peneliti dan guru adalah sama untuk mengupayakan persoalan-persoalan yang akan diteliti. Dengan demikian peneliti dituntut untuk bisa terlibat secara langsung dalam PTK ini. Adapun yang melaksanakan pembelajaran adalah siswa dan peneliti, sedangkan guru sebagai WAKTU DAN TEMPAT PENELITIANWaktu PenelitianPenelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2015-2016 yaitu pada Oktober sampai Desember PeelitianPenelitian ini di lakukan di kelas IV SD Negeri Geneng 2, Kecamatan Mijen, Kabupaten DESAIN PENELITIANDesain penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Model visualisasi bagan yang disusun oleh Kemmis dan Mc Taggart .D. INSTRUMENT PENELITIANInstrument penilaian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Dalam penelitian ini, untuk kepentingan mengumpulkan data digunakan beberapa instrumentE. LANGKAH-LANGKAH PENELITIANLangkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut A. Personel yang terlibatDalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru dalam satu tim. Guru sebagai observer sedangkan peneliti dan siswa sebagai pelaksana pembelajaran. Semua tindakan didiskusikan antara peneliti dan Penyusunan instrument pembelajaranInstrument pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan ajar terdiri dari buku guru, buku siswa, lembar kegiatan siswa LKS, dan lembar Skenario tindakanF. TEKNIK ANALISIS DATAAnalisis data yang digunakan adalah analisis data diskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data hasil observasi tentang proses pembelajaran, hasil wawancara dan jurnal harian. Data tambahan yang diperoleh dari wawancara tidak terstruktur dengan siswa dan data dari foto kamera sebagai pertimbangan. Kemudian data diperoleh dan dianalisis dalam beberapa tahap sebagai berikut a. Reduksi datab. Triangulasic. Display datad. KesimpulanG. INDIKATOR KEBERHASILANApabila penggunaan pendekatan matematika realisttik MR dalam kegiatan pembelajaran matematika telah meningkat hasil blajar matematika siswa lebih dari 75% maka penelitian akan dihentikan. Amgka 75% ini berdasarkan pada hasil pre test yang dilakukan PUSTAKADimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta Rieneka & Ary. 2008. Ayo Belajar Matematika. Jakarta Pusat Perbukuan 2010. Belajar & Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta Rineka Evi. 2011. “Pendekatan Matematika Realistik PMR untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Siswa di Tingkat Sekolah Dasar”. Jurnal of Education, ISSN 1412-565X , Mika. 2013. “Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik dan Berpikir Logis terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Bharlind School Medan”. Jurnal Tematik, ISSN 1979-0633 , 2005. Matematika Realistik Apa dan Bagaimana. http diakses 15 September Mohammad. 1992. Psikologi Pendidikan Cetakan ke-5 Edisi Revisi. Bandung Jurusan PBB dan Kriswandi. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. 123. Salatiga ISBN. AdvertisementScroll to Continue With Content
91% found this document useful 11 votes17K views56 pagesOriginal TitlePtk Ipa Kelas 4Copyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?91% found this document useful 11 votes17K views56 pagesPTK Ipa Kelas 4Original TitlePtk Ipa Kelas 4Jump to Page You are on page 1of 56 You're Reading a Free Preview Page 9 is not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 13 to 24 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 28 to 30 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 34 to 45 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 49 to 52 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
proposal ptk ips kelas 4